Posted in Theatre

‘Lupa..’ – (Sebuah Prosa)

“Lupa.”

Lupa dulu ngurus teater sendiri seribet apa.

Lupa rasanya pusing sendiri mikirin perintilan2 kostum, makeup, property, personal items, dsb

Seolah2 otak ini telah malas di buatnya.

Dari kemarin minta dan merengek sama Tuhan kalau saya kangen BerTeater.

Dan sekarang aku diberikan secercah perasaan berteater, seperti dahulu kala

Seketika otakku seperti diberi genjotan listrik dan membawaku kembali ke jaman ketika aku berteater di Gereja dan mengurusi semua perintilan sendiri.

Bedanya untuk besok, ini bukanlah lagi sekedat pekerjaan sukarela tapi ini adalah pekerjaan yang diupah

Sebuah perjalanan dan petualangan yang baru

Dimana aku di tantang untuk meninggalkan caraku yang lama dan lebih professional dalam menghadapi segala sesuatu.

Aku hanya berharap

Kalau aku tidak akan lupa

Terhadap perintilan detail yang kecil2 terhadap ke tiga karakter yang aku design / buat / planning / persiapkan besok.

Bye lupa.

Amin.