Posted in Theatre

Bangga.

Itu yang gue rasain pas liat scene ini.
Hard work really does pay off.
Dari yang gak ngerti apa2 kepolisian Indonesia beserta pangkat2nya sama dari yang gak pernah baca berita koran atau apapun itu ttg Indonesia, sampai akhirnya ngerti dan jadilah gambar melalui baju yang dipake Ario ini.

Dari yang panggil tukang gojek utk ‘hanya’ sekedar beli Name tag : “Krishna”, wara wiri mobile on the phone bolak balik kayak setrikaan, sampai akhirnya nyuruh tkg gojeknya buat beli semua atributnya plus permak baju plus suru dia nunggu berjam jam di Ps Senen, karena gue lagi researching and nanya2 sama polisi yang lagi jaga di sekitar lokasi syut. (Thank God for Sabhara!) dari yang gak ngerti pangkat2 mereka bedanya apa aja, sampai akhirnya ngerti posisi2 lencana badge polisi mereka dimana aja.

Bangga, keren, grateful, n in awe, even if its only a badge atau hal kecil aja tp ptg bgt, when you put ur very best and be loyal to it, your hard work really pays off.

πŸ™ŒπŸ»πŸ™πŸŽ¬β€οΈπŸ‘ŒπŸΎπŸ˜½

#ThanksJC #CI #WardobeBTSDiary #thankumbakmyrnandmbdesy

View on Path

Posted in Theatre

Salah pengertian.

Maksudnya baik, memikirkan masa depan.

Namun akhirnya karena sebuah persepsi berbeda, ia berfikir lain dan aku pun menjadi seorang yang terduga prasangka.

Padahal maksudnya baik dan tidak ingin ia bersedih secara lama.

Aku memang begini, seorang mesin yang tak bertuan. Menutupi apa yang menjadi perasaanku sendiri dan memutuskan untuk tidak mengindahkan apa yang kurasakan.

Namun dan tetapi sebenarnya aku peduli.

Hanya saja ia tak sadar bahwa sebenarnya aku peduli dan telah memperhatikan, mengamatinya sejak lama.

(Beat.)

Jika aku sebuah roda tua yang rongsok dan rusak, mereka tidak akan mengindahkanku namun aku tetap memperhatikannya.

—————————–

“Roda tua”
VnZ
9th may 2016

View on Path

Posted in Theatre

Ketika ku menjadi mesin
Kulupa bahwa mereka juga manusia
Sosok yang juga mempunyai perasaan.

Ketika ku menjadi sebuah sistem
Ku tak ingat bahwa aku juga seorang manusia dan tidak peduli bahwa aku juga butuh teman

Bagaikan seorang diktaktor sejati yang tak tahu arah kemana ia akan pergi dan melalang buana ntah kemana

Ketika ku menjadi mesin
Ku perintahkan semua orang layaknya sebuah robot yang tak bertuan
Bertuan pada perasaan

Ketika ku menjadi mesin
Ia tak ada rasa, jiwa, dan asa
Ia hanya bertindak layaknya sebuah mesin otomatis dan melakukan tugasnya sesuai dengan yang diperintahkan.

Seorang manusia memanglah makhluk sosial, membutuhkan satu sama lain.

Tapi aku selalu menemukan bahwa teman temanku bukanlah orang orang yang sering kutemui

Teman temanku seakan akan adalah orang orang dan bahkan benda benda sekitar yang tidak ku kenal namun mereka selalu membantuku

Ketikaku menjadi mesin,

Aku lupa,

Bahwa aku juga seorang manusia
Biasa
Yang mempunyai rasa jiwa dan raga

Namun semuanya itu, semua perasaan sakit itu kupendam dalam dalam dan sekarang, aku adalah sebuah mesin yang galak dan tak bertuan.

“Ketika Ku Menjadi Mesin.”
VnZ.
May 9th/ 2:10AM

View on Path

Posted in Theatre

Using the same stage managemnt prompt script technique for my departement breakdown. 😎

#BTS πŸ•΄πŸ‘»πŸ™ŒπŸ»πŸ‘Œ

View on Path

Posted in Theatre

“Rajawali itu akan terbang tinggi dan semakin tinggi, ia akan berada diatas sana sendiri mengawasi semua burung burung diudara. Ia berbeda, namun ia punya motivasi dan alasannya sendiri.

Ia akan terus terbang tinggi mencapai apa yang sudah Tuhan rencanakan untuknya walau ia harus ditinggalkan oleh semua burung-burung yang telah ia lelah rawat dari kecil, karena ia tahu, bahwa tujuannya itu lebih besar dari sekadar merawat burung burung tersebut. Dan ia juga tahu, bahwa suatu saat nanti ketika ia sudah terbang tinggi, burung-burung itu semuanya akan mengerti apa arti dari maksud si Rajawali.”

View on Path

Posted in Theatre

“Seketika aku tersadarkan kalau aku bukan bagian dari sebagian kalian. Tapi aku adalah bagian dari sebagian besar kalian.

Namun sering kurasakan , kesendirian menusuk tulangku dengan tajam.

Dan ketika semua orang tertawa, ku temukan diriku terdiam.

Ku Mengamati setiap masalah yang ada di depanku dan masalah masalah yang ada di setiap diri teman temanku tanpa mereka menyadarinya.

Aku adalah bagian dari kalian, tapi sering aku rasakan bahwa aku adalah sebuah bagian luar dari kalian.

Jika porsiku di gambarkan dengan sebuah lingkaran dinamika, mungkin kalian akan berada di tengahnya dan aku juga ada di tengah lingkaran tersebut namun seringkali ku temukan bahwa diriku berada di luar sisi lingkaran.

Menjauh dan semakin menjauh
Namun juga tetap dekat.

Jeda.

Jika kau bukanlah bagian dari diriku
Buat apa kau bersusah payah untuk meraih sebuah persahabatan yang fana?

Jika aku bukanlah bagian dari kalian, buat apa ku rasakan kebersamaan semu ini semua yang mengalir begitu cepat dan seketika kutemukan sungai pertemanan itu menjadi surut dan garing?

Beat.

Ku anggap diriku sebuah bagian dari kalian, ku anggap kau mengerti mengapa ku begini dan menghargai indahnya perbedaan…

namun dan lagi
Tanpa kusadari, sosok bayanganmu semakin menghilang jauh dan jauh dimana aku temukan bayanganku sendiri di bawah cerlang bulan, sesegukan tangis ku dengar dan perasaan tak berdaya serta kehilangan kepercayaan/berkhianat /insecure seketika itu pula muncul.”

-Bayangan Di Terang Bulan.
Jkt, 12.45AM, 1/5/16 by VarRy.

View on Path