Posted in Theatre

Setelah sekian lama, aku akhirnya pulang. Menemukan halaman depan rumahku yang sedang di percantik dan kasur kamarku yang digeser kesamping tembok karena sebentar lagi akan ditambah sebuah jendela baru.

Pulang ke rumah masa kecilku untuk menyembuhkan rasa rindu dan mempersiapkan batin, raga, dan jiwaku untuk kemudian kembali berproses dan bekerja dibidang yang aku suka dan yg udah Tuhan kasih dan persiapkan untuk aku dari dulu. – at The Styles House

See on Path

Posted in Theatre

Lika Liku Persahabatan

“Yang indah dari suatu hubungan itu adalah perbedaan.

Karena jika ia sama, dunia ini akan menjadi rata, bosan, dan jenuh.

Lebih indah lagi ketika kita bisa menerima perbedaan serta kekurangan diri kita masing.

Saling menerima, jujur satu sama lain dan saling mengkoreksi.

Tanpa Koalisi dan alienisasi.

Sepertinya itu indah,

dan aku pun tidak perlu merasa selalu sendiri. ”
– Varry. 
Jakarta, 25th April 2016

4.20Am 

Posted in Theatre

A Lonely Requiem.

‘Seminggu tlah ku coba lewati. Mencoba untuk sibuk, untuk melupakan dirimu yang kini pergi ntah kemana. Moment kehilangan pun telah dimulai. Menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang masih terasa nyata, namun itu semua sudah berlalu.
Masih banyak yang ingin ku sampaikan. Masih banyak yang ingin ku bicarakan. Masih banyak hal yang ingin ku curahkan.

Tapi waktu telah berlalu menjadi jauh.

Sosokmu menjauh pergi. Dan seiring berjalannya waktu, kau terasa semakin jauh dan jauh.

Tersimpan dan tersibak semakin dalam, dalam memoriku.

Ingin ku indahkan itu semua bahwa kita pasti bertemu lagi, bahwa pertunjukan kehidupanmu itu belum selesai, bahwa kita masih bisa berproses bersama dan masih bisa bertemu setiap hari.

Namun ketika realita waktu dan ruang menyadarkanku kembali akan semuanya itu,

Semuanya yang sekarang ini sudah menjadi kenangan dan bukan lagi realita yang nyata dalam hidupku, hatiku tersentak.

Dan kutemukan air mataku menetes.

Karena aku tersadarkan bahwa perjuanganmu didunia ini telah usai, kehidupanmu telah tutup buku, dan Sang Ilahi telah memanggilmu kembali ke rumahNya yang abadi 

Dan kini kutemukan, diriku sendiri, meratap fotomu yang terpajang rapih dalam sebuah figura tua, membuatku semakin tersadarkan bahwa sekarang kau telah menjadi sebuah kenangan. ‘

-A Lonely Requiem.

Jakarta, 25th April 2016 (1:12Am)

Recommended to Listen to Make You Feel My Love by Adele while reading this. 

Posted in Theatre

‘Ada rasa kekosongan ketika dirimu tak ada. Kita berbaur dan bergaul, namun ada rasa yang kurang. Seperti anak yang ingin segera bertemu dengan bapaknya namun ia langka dan jauh ntah dimana. Ia seakan akan menghilang seperti di telan bumi. Namun ku tahu ia tetap ada dan mengawasi anaknya dari jauh. Seperti elang yang terbang tinggi dan berputar mengitari sanak diri. Ia tahu bahwa anaknya itu mencari tapi ia juga mendidik anaknya untuk mandiri dan mencari arti dirinya sendiri.

Jeda.

Banyak hal yang ingin segera ceritakan padamu.
Banyak hal yang ingin segera kucurahkan tentang kejadian kejadian yang terjadi sejak kau meninggalkan kami.

Semoga kau baik2 disana. Dan cepatlah kembali. Kami disini menantimu. ‘ – with Iswadi

View on Path

Posted in Theatre

How I spend my Sunday!!!

#SrawungKreatif #TeaterPopuler #KelasAktingSalihara #KreatifitasGakBolehMati – with Bustanil, Sita, and Susi at Teater populer

View on Path

Posted in Theatre

Theres this one time, i was an extras at a Nails Shop 💅😂

Still funny until now!

#Crapdate #tbt #shortfilm

View on Path