Posted in Theatre

‘Sebuah Perasaan Cinta.’ (Puisi)

Saat karaktermu mati, disitulah aku menyadari bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu.

Yang aku tahu. 

Aku pikir semuanya ini hanyalah ungkapan puisiku biasa saja terhadap dirimu, oh imaginasiku.

Tapi aku tak tahu, aku tak mengindahkannya

Dan aku berusaha untuk melupakannya.

Melihat kau bergelomoh dengan wanita lain membuatku semakin bersenggama.

Membuatku semakin panas dan asapku terbakar sudah.

Melihat matamu yang begitu intense dan tajam menohok dadaku ketika kau bergelomoh dengan wanita lain.

Saat kututup redup mataku, disitulah kau ada.

Saat kuhirup jantungku, disitulah kau ada.

Saat ku sentuh wajahmu melalui mataku yang terpejam ini, disitulah kau berada.

Berdiri di depanku, menatapku dengan tajam, seakan2 aku juga ikut bergelomoh dan bersenggama dengan dirimu.

Oh imajinasiku.

Aku ingin keluar darinya.
Aku ingin menyudahinya
Namun aku telah jatuh padanya.
Aku telah mencintainya.

Oh abdiku.

Kau hidup di bawah alam sadarku
Dan kau ada ketika aku menutup mataku.
Kau ada di alam mimpiku
Dan kau ada dalam batas kesadaranku.

Saat kau mati, dibunuh oleh si perempuan yang kau cintai, disitulah aku merasakan bahwa aku mencintaimu lebih dari yang aku tahu.

Yang Kau tahu.

Aku mencoba mengindahkannya
Aku mencoba mengubahnya
Tapi aku tak bisa.
Dan aku pun menangis ketika kau jatuh terduduk pelan pelan setelah si wanita itu menukikmu dengan pisau tajam.

Oh abdiku.

Mengapa kau harus mati?
Mengapa kau harus mati begini??
Kau memilih untuk mencintainya
Kau memilih untuk berkorban untuknya

Tapi, mengapa kau tidak memilihku untuk mencintaimu?
Mengapa kau tidak memilihku untuk berkorban untukmu?

Beat.

Cinta memang tak ada logika
Cinta memang membuatku Lesu.
Imajinasi ini berlari lari cepat dan liar dalam diriku.
Dalam kepalaku.
Dalam imajinasiku.

Stop.
No.
Lanjutkan saja.

Stop.
Yes.
Tidak.
Stop.
Silence.

Melihatmu bergelomoh dan berperang
Membawaku ke alam imaginasiku.
Melihatmu dibunuh dan disiksa oleh perempuan itu, membuatku menyadari bahwa kau hanyalah suatu cerita yang nantinya ada akhirnya. 

Tapi sekarang, kau masih hidup dalamku.
Dalam diriku ini.

Tapi.

Siapakah aku ini. Siapakah di balik diriku ini. Siapakah dibelakangku ini????

Abdiku, aku mencintaimu. 

—————-

‘Sebuah Perasaan Cinta.’ (VaRry. 28 March 2016, 6.57PM)

Author:

Jesus. #TreatPeopleWithKindness Head of Hospitality @FullColorParty Loves to Write I love concerts, and everything about music Loves to assist and help others I am always prepared for everything Loves to travel but I can't travel light - I've tried tho! :D Feel Free to chat me about things! I'm struggling with anxiety / dark thoughts / brain noise (as Chris Evans might said it :P) - sometimes :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s