Posted in Poetry, Theatre

‘Lear Asia ‘ (Prosa/Puisi)

image

Semuanya berproses. Semua yang datang ke kelas ini dengan segala harapan, kemauan, ego, dan keinginan2 pribadi. Namun dari semua harapan tersebut, hanyalah sebuah titik nol yang kita temukan dari dalam diri kita yang sama sekali tidak pernah kita temukan sebelumnya. Pengampu yang benar2 mengampu dan memproses jati diri semua pribadi yang ada di foto2 ini dan yang tidak hadir di foto ini.

Semuanya berproses.

Proses dari seorang ‘aku’ yang ego, ‘aku’ yang mau, ‘aku’ yang tidak pede, ‘aku’ yang banyak tahu maupun tidak tahu, aku yang ini dan aku yang itu,

Menjadi seorang aku yang baru.

Bertemu dengan orang2 baru, teman2 baru, pengalaman2 baru, semuanya baru.

Menjadi seorang aku yang baru.

Seorang aku yang berproses dan terus berproses, bertumbuh, dan berkembang menghampiri / melalui situasi batas diri sendiri yang hampir rasanya ingin muntah dan muak karena banyaknya negatif thinking yang ada di dalam proses pengampuan tersebut.

Menjadi aku yang baru, ketika akhirnya kita semua bisa melalui proses pengampuan yang seperti tanah liat / tempurung yg sedang dibentuk dalam api api yang membara, menjadi seorang aku yang kaya,
Aku yang telah mengubah api merah itu menjadi api biru yang abadi layaknya gas elpiji.

Aku yang baru dimana aku bisa memanggil mereka mereka semua menjadi keluargaku yang baru.

(Telah) menjadi keluargaku yang baru.

Kita bertemu di kelas ini, bukanlah hanya suatu kebetulan. Bukanlah hanya suatu momentum belaka. Tapi kita bertemu di kelas yang kita sering bilang ‘Cleansing’ ‘Kehidupan’ ini karena destiny, karena Tuhan sudah tahu dan Ia menempatkan kita bersama untuk bersama dan berkembang bersama menjadi yang terbaik. Versi ‘aku’ yang terbaik.

Tak terasa, tiga bulan berproses,  proses kelas yang diakhiri dengan run through scene yang penuh dengan impuls dan makna serta kaya akan subtext dan emosi yang akan menjadi high end mark kita semua sekeluarga sebelum kita memasuki dunia pertunjukan yang sebenarnya, ‘Production Week.’

Kelas ini mungkin sudah usai, tapi ‘kita’, ‘aku’, yang berproses ini belum.
‘Kita’ ‘Aku’ yang berteman ini dan keluarga ini belum. Cerita kita masih panjang, dan berlanjut tanpa batas waktu.

(Beat.)

As they always say, ‘You never realise a moment of a time, present, and well being, until it becomes a memory.’

Ya, ini memoriku sekarang bersama dengan kalian. Foto ini mengisahkan segala macam cerita, pain, joy, happiness, sad, crying; segala macam emosi dan memori.

Tapi itu semua masih berlanjut.

Dan allow me to say, i’m sorry but..

It’s been 24 hours… But…

Aku sudah kangen kaliannnnn…..”

‘Lear Asia’ – by VanZ (28 Maret 2016)

Author:

Jesus. #TreatPeopleWithKindness Head of Hospitality @FullColorParty Loves to Write I love concerts, and everything about music Loves to assist and help others I am always prepared for everything Loves to travel but I can't travel light - I've tried tho! :D Feel Free to chat me about things! I'm struggling with anxiety / dark thoughts / brain noise (as Chris Evans might said it :P) - sometimes :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s