Posted in Theatre

Something about myself.

Saat kau Berikan diriku sebuah kewajiban. Aku akan melakukan itu dengan suguh2.

Saat kau memberi aku wewenang, aku akan melakukan itu dengan sungguh2.

Saat kau memberi aku kepercayaan, aku akan memberikan waktuku dengan sungguh2.

Saat kau memberi aku kekuasaan dan kebebasan, disitulah aku merasakan aku bebas dan bisa berbuat apa saja.

Jangan kau beri aku kebebasan karena aku akan kewalahan.

Jangan kau beri aku kewenangan karena aku akan menjadi seseorang yang aku tak inginkan.

Jangan kau beri aku keleluasaan karena aku akan menjadi orang yang tidak tahu batas.

Jangan kau beri aku kekuasaan / power / responsibility karena aku akan menjadi seorang diktator yang tidak tahu batasnya.

Kau tahu, aku adalah seorang yang haus akan validasi.
Dimanapun aku berada, aku membutuhkan itu.
Aku sangat membutuhkan validasi yang tidak bisa aku dapatkan dari orang2 terdekatku,
Dari keluargaku.
Aku sangat haus akan validasi sehingga jiwaku ini renyuh karena banyaknya penolakan penolakan yang kualami dalam hidupku.
Orang tuaku tak melulu mengerti diriku.
Adik adikku tak melulu setuju atas saran saranku.
Bahkan, mereka tidak menganggap aku ada.

Disaat aku diberi kebebasan untuk melakukan apa yang aku inginkan, sepertinya ada semangat, ada api yang terbakar dari dalam diriku.

Semangat, api yang berkorbar2 itu akhirnya bisa menemukan tempat.
Tempat untuk memuntahkan semua desire, semua keinginan-keinginanku yang tak bisa kudapatkan di dalam rumahku sendiri.

Semangat, api yang berkorbar itu akhirnya bisa mempunyai tempat untuk didengar.

Tapi semuanya itu membuatku semakin berkorbar/terbakar.

Berkorbar dan berkoar

Sehingga aku tak tahu apa batasku.

Berkorbar dan terbakar

Sehingga aku tak tahu yang manalagi arah yang harus kutempuh.

Ditengah kebingunganku, ditengah semua naga naga api dalam diriku yang mau meletus seperti gunung berapi,
Ditengah itu semua, aku tak bermaksud untuk menjadi orang yang kau benci.

Aku hanya membutuhkan tempat untuk memuntahkan semuanya. Semua penolakan penolakan, self hatred, self judgement, bullying, dan lain sebagainya.

Aku hanya membutuhkan tempat untuk menumpahkan semuanya.

Pertanyaanku sekarang.

Apakah ada tempat untuk aku itu?

Author:

Jesus. #TreatPeopleWithKindness Head of Hospitality @FullColorParty Loves to Write I love concerts, and everything about music Loves to assist and help others I am always prepared for everything Loves to travel but I can't travel light - I've tried tho! :D Feel Free to chat me about things! I'm struggling with anxiety / dark thoughts / brain noise (as Chris Evans might said it :P) - sometimes :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s