Posted in Theatre

Rokok.

Ketika asapmu merenggut udara segar yang sedang kuhirup.
Ketika asapmu menganggu sistem pernafasanku
Ketika asapmu membuatku tidak bisa menikmati udara segar di sekitarku.

Mengapa? 

Mengapa kau begitu destrukstif?
Mengapa banyak orang yang menghirupmu dan tidak peduli terhadap orang orang seperti aku?

Aku yang di anggap tidak penting
Aku yang di anggap tidak ada suara buat mengatakan, “Cukup!” dan tidak dianggap bahwa alasanku legit.

Oh.
Udara segar.
Kau sungguh langka.
Namun kau begitu segar.

Efek rokok dan sekitarnya itu seperti membuatku sangat tidak nyaman. Tidak bisa membuatku bergabung dengan teman di sekitarku dan rasanya itu sangat menyiksa.

Aku hanya berharap.
Engkau.
Untuk.
Stop.

Author:

Jesus. #TreatPeopleWithKindness Head of Hospitality @FullColorParty Loves to Write I love concerts, and everything about music Loves to assist and help others I am always prepared for everything Loves to travel but I can't travel light - I've tried tho! :D Feel Free to chat me about things! I'm struggling with anxiety / dark thoughts / brain noise (as Chris Evans might said it :P) - sometimes :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s