Posted in Theatre

“Aku belajar dr kmrn2, menjadi seniman adalah sebuah perjalanan spiritual yang panjang dan tak henti. Untuk menciptakan sebuah esensi kehidupan yang tidak semua orang bisa melakukannya, belajar susah untuk mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi maha karya #k(e)reatif”

-Pembelajaran Menjadi Seniman.

#LoveMyArt #Seniman

View on Path

Posted in Theatre

Ternyata skills gue ngejar boyband bisa dipakai untuk cari2 info dan ngejar event2 or workshop2 utk network to build my career di Indonesia as Seniman. Hahha. Seru juga. Klo dlu gue ngejar cowo2 cakep buat foto, ttd and pamer di twitter… Klo skg gue pake skillsnya buat ngejar karir gue dan networking gue.. 😂😝😗, krn utk berkarir disini harus banyak tanya, banyak inisiatif, just go for your next adventure, prepare, and expect less.

Sama banget ktka gue ngejar2 boyband dulu.. 😄 😂

#yuuks #fangirl #belumretiredkokguecumannungguHarryStylesAjaTerakhir 😂 #seniman #art #Senimanstartup

View on Path

Posted in Theatre

‘Ooh.. Mas Iswadi. Kau beruntung loh jadi Astradanya. Dia tuh bisa memperhatikan aktornya sampai detail, sampai hal terkecil. Dari generasi aktor yang tua di Satu dan generasi aktor yang muda sekaranfg, kualitas aktornya oke oke.” – Mas Yopi (Whom I just met when I registered my self for the Tony Broh workshop and he asked me to stay cuz of gue lulusan teater di Sydney 😂)

– Suatu Ketika Di Malam Senja.

#Seniman #WorldTheatreDay #SoloDay1 #wow #AmazinghowGodworkthroughpeople #Grateful

View on Path

Posted in Theatre

Sepi Sendiri. (by VarRy | 30/3/2016,3:39)

Kurasakan kesendirian itu menusuk hatiku yang terdalam.
Ketika kita bersama, namun aku merasa sendirian.
Ketika kita bersatu, justru disitulah amu merasakan bahwa kita berbeda.

Ntah apa yang kau pikirkan.
Ntah apa yang telah kalian pikirkan.
Terhadap aku.
Terhadap diriku.
Dan terhadap persepsiku.

Aku tahu, mungkin ini hanyalah sebuah rasa,
Tapi ntah mengapa aku merasa hampa.

Ketika ku bersama dengan kalian, kita bermain dengan lapang.

Namun hati ini kosong bagaikan kesepian senyap yang menusuk hati.

Ya, kalian berbeda.
Tapi aku juga sama dengan kalian.
Aku tak tahu mengapa.
Tapi aku merasakan ada yang salah.
Ada sesuatu yang disembunyikan.

Sejak pertemuan terakhir kita
Seakan akan semuanya hilang lenyap ditelan angin yang berhembus ke selatan
Seakan akan semuanya sirna ditelan kesibukan dunia

Tapi aku tak tahu apa yang kalian pikirkan
Namun aku merasakan ada yang salah.
Ntah apa itu rupanya, bentuknya, sifatnya, namun kita semua seakan akan kehilangan arah.
Seakan akan kita hadir hanya karena ia ada disana — dan jika ia tidak ada disana, disitulah kalian pun tidak hadir.

Menempuh perjalanan yang berbeda
Mempunyai makna yang sama
Namun kurasakan tujuan kita berbeda
Bensin kita berbeda.
Energi kita yang terpisah ditiup oleh angin timur.

Rasa terbakar dalam diriku untukmu
Kau sambut dengan seonggok gunung es yang dingin.
Kau sambut dengan keceriaan semu yang hanya bertahan beberapa saat

Kau mendekatiku karena sesuatu
Kita bertemu karena sesuatu
Tapi aku ingin lebih
Tapi kau ingin lebih

Apalah arti sebuah hubungan jikalau salah satu dari individu hanyalah bertemu karena suatu hal saja? 

Hati ini risau risih bergemuruh sejak saat itu
Saat kau mulai diam dan tak ada lagi signal signal kehidupan dari segi matamu

Seakan akan kau mulai hilang bersama dengan yang lainnya namun diriku ditinggal di sebuah ruang kosong yang tak berarti

Apalah arti melayani jika kita tak bisa bersama lagi?

Apalah arti sebuah pertemanan jikalau kita hanya bertemu karena sesuatu hal?

Apalah arti kita semua jikalau kau menyimpan sesuatu padaku dan hal itu kau pendam saja, sehingga aku tak tahu apa-apa?

Aku memang berbeda, kadang aku melebihi norma.
Tapi aku mempunyai rasa.
Dan aku ingin tahu apa saja yang kau telah simpan dari diriku.
Dari belakangku.

Ayo, ceritakan!

Posted in Theatre

Moment. (By Varry, 30 Maret 2016)

image

Saat ia bertanya mengapa kau ada di kelas ini, banyak versi jawaban yang terucap.

Dari sebuah harapan ingin menjadi terkenal, belajar lebih banyak, atau hanya ingin sekadar tahu.
Dari sebuah harapan serta keinginan pribadi yang notabene mempunyai super objektifnya tersendiri.

Saat itu dimulai dengan sebuah pertanyaan sederhana namun menohok di lara hati.
Tanpa kita ketahui bahwa kelas ini menjadi suatu kelas yang lebih dari apa yang kita duga.
Kelas ini bukanlah hanya sekadar hanya ingin tahu mengenai Bapak Teater dunia atau tekniksnya bermain akting yang baik.
Kelas ini telah berubah menjadi kelas detoksifikasi masa lalu yang sempat terhambat seiring berjalannya waktu.
Kelas yang penuh dengan keceriaan namun juga penuh dengan dilemma pribadi yang di raung oleh ego ego pribadi.
Kelas yang tidak pernah sama sekali ku duga bahwa selama proses tiga bulan di ampu, banyak perubahan pribadi yang terjadi.
Tidak hanya aku seorang diri, tapi masing masing pribadi.
Ntah bagaimana ia melakukannya.
Ntah bagaimana ini semua terjadi
Namun semuanya ntah mengapa berproses dengan sendirinya.
Menuliskan pengalaman2 yang didapat melalui tulisan di blog tersendiri dan rencananya katanya hendak dijadikan buku.
Kelas yang akhirnya berakhir dalam sebuah pementasan.
Pementasan sederhana namun banyak menawarkan moral moral dalam hidup.
Pementasan sederhana namun banyak mengandung subteks dan maksud maksud tertentu. Yang juga kaya akan makna dan kejutan kejutan tersendiri. Pementasan sederhana yang saya ada akhirnya kita semua mengerti mengapa ia melakukan, mengampu, dan mengajarkan apa yang ia ajarkan.
Pementasan sederhana yang merupakan bagian dari proses mencapai pemahaman diri dan pengembangan diri sendiri yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Ya, semuanya berproses.
Proses tersebut dirangkup menjadi sebuah keluarga, menjadi sebuah moment.

Moment yang tidak akan kita lupakan dan akan sangat di rindukan.

Ntah apa yang ia maksudkan ketika ia menuliskan bahwa setelah pementasan sederhana itu ia tidak bisa lagi intense bersama dengan kita semua, satu keluarga.

Maka dari itu, aku menuliskan isi hatiku ini untuk merekam semuanya;
Biar ini semua menjadi kenangan
Menjadi sebuah moment
Menjadi sebuah memory.

Memori kehidupan yang tak bisa kulupakan.
Memori kebersamaan yang kurasakan kental mendidih dalam hatiku
Memori kebingungan bersama dia yang selalu membuatku bertanya
Memori pengetahuan yang akan diteruskan dan tidak berhenti hanya sampai sini saja
Memori kasih dimana kita semua akan kembali ke hidup kita masing masing, tapi kita semua tahu setiap khalayak yang ada di kelas ini menyimpan memorinya sendiri yang terdalam dan unik.

Ya, memori sebuah keluarga.
Keluarga Lear Asia.

Kita dibentuk dan menjadi satu kesatuan karena ia telah menjadi pengampu kami dan lem tunggal yang menyatukan kita semua; menyeimbangkan kita semua.

Maka dari itu, hendaklah aku menyampaikan rasa terima kasihku yang sebesar besarnya; karena kau sudah memberikan kami sebuah platform, sebuah tempat untuk berproses.

Bersama dan Berproses menjadi diri sendiri yang lebih baik.

Selamat ulang tahun Suhuku, Mentorku, Directorku, Pak Deku, Mas Isku.

Semoga kau tidak melupakan kami semua disini dan sampai bertemu lagi di pengampuan selanjutnya.

Posted in Theatre

“Merdeka.”

Apa itu merdeka?

Ketika kau sudah dewasa
Kau dituntut untuk bisa hidup sendiri
Hidup diatas kakimu sendiri
Bertanggung jawab atas hidupmu. Atas keuanganmu, atas setiap sikap dan tindakan yang kau lakukan.
Ketika kau sudah dewasa,
Kau diharuskan untuk bisa menghidupi dirimu sendiri
Tanpa mengadah lagi kepada orang tua
Tanpa meminta minta kepada teman

Tidak bisa lagi dengan bebas kau berfoya foya
Tidak bisa lagi kau bebas berlaku sekarep mu
Tidak bisa lagi kau bertindak dan berlaku tanpa dipikir lebih matang dahulu

Tapi apa itu sebenarnya dewasa?
Apa itu sebenarnya kemederkaan atas dirimu sendiri?

Menjadi dewasa bukanlah perihal mudah
Menjadi dewasa penuh banyak pertanggungan.
Harus menanggung malu jikalau kau berlaku tidak sesuai norma
Harus bertanggung jawab atas semua tindakanmu
Tapi apa itu menjadi merdeka?

Ketika jiwamu dan mentalmu sudah siap dan bilang ‘Ya, aku siap bertanggung jawab akan diriku sendiri, akan hidupku sendiri, no matter what it cost. I am own my own.’ Niscaya kau akan siap.

Karena perihal keuangan, kebebasan financial, keputusan2 yang kau buat, perasaan tergantung kepada orang tua dan perasaan takut sendiri atas hidupmu sendiri adalah perasaan perasaan semu yang sedang kau rasakan ketika jiwa dan tubuhmu sedang dibersihkan oleh pikiran pikiran dan pengaruh pengaruh negatif.

Ketika kau sudah berhasil melewati situasi batas itu dan tidak menjadi gila atau putus asa, maka kelak kau akan mengerti mengapa ini semua harus terjadi.

Untuk kebaikanmu.
Untuk kebaikan diriku.

‘Merdeka/Dewasa’ by VanZ (30 Maret 2016)

View on Path